SIBOLGA – Wakil Wali Kota (Wawali) Sibolga mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi daerah secara virtual bersama jajaran pemerintah pusat. Langkah ini bertujuan untuk memantau pergerakan harga komoditas pokok serta memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga di tingkat lokal. Selain itu, pemerintah kota akan memperkuat pengawasan distribusi barang guna mencegah lonjakan harga yang dapat memberatkan daya beli masyarakat. Tim pengendali inflasi daerah fokus pada ketersediaan stok pangan menjelang hari besar keagamaan.
Pihak otoritas menilai bahwa sinkronisasi data antarwilayah merupakan kunci utama dalam meredam gejolak inflasi nasional. Oleh karena itu, Wawali Sibolga menginstruksikan dinas terkait untuk rutin melakukan sidak pasar di sejumlah titik strategis. Hal ini sangat penting guna mendeteksi adanya praktik spekulasi harga yang merugikan para konsumen. Kehadiran pemimpin daerah dalam rapat ini membawa komitmen kuat bagi pemulihan ekonomi di wilayah Sibolga sendiri.
Strategi Stabilisasi Harga Pangan dan Energi
Wawali menekankan bahwa sektor perikanan dan perdagangan kecil menjadi pilar utama dalam menjaga perputaran uang di Sibolga. Sebab, kelancaran arus logistik melalui pelabuhan sangat memengaruhi harga jual kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional. Kondisi ini tentu menuntut adanya koordinasi yang solid antara instansi pelabuhan dan pemerintah daerah. Terutama, subsidi transportasi angkutan bahan pangan harus tetap tepat sasaran guna menjaga harga tetap terjangkau oleh warga.
Pihak pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri. Selanjutnya, program operasi pasar murah akan berlangsung secara berkala di setiap kecamatan jika terjadi tren kenaikan harga yang signifikan. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan tidak ada satu pun kelompok masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Berikut adalah rincian fokus pengendalian tersebut:
Baca juga:Pemko Sibolga Siapkan 4.500 Paket Pasar Murah
Harapan untuk Stabilitas Ekonomi Kota Sibolga
Oleh sebab itu, Wawali mengajak seluruh pedagang untuk bersikap kooperatif dalam menetapkan margin keuntungan yang wajar. Sinergi yang kuat antara sektor swasta dan pemerintah menjadi modal utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan stabil. Maka dari itu, semangat gotong royong dalam menjaga stabilitas harga harus tetap mengalir dalam setiap aktivitas ekonomi masyarakat. Warga juga berharap agar upaya pemerintah ini mampu menekan angka inflasi secara konsisten di tahun 2026.
Sebagai penutup, partisipasi dalam rakor nasional ini merupakan bentuk tanggung jawab pemda dalam menjaga martabat ekonomi daerah. Setelah itu, tim perencana akan segera menyusun laporan berkala mengenai efektivitas intervensi pasar yang telah dilakukan. Akhirnya, kerja keras semua pihak akan membuat Kota Sibolga menjadi daerah yang tangguh dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Hal ini akan menjadi langkah nyata dalam memajukan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir Sumatra Utara.





