Sibolga – Bencana banjir dan longsor yang melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah memicu antrean panjang di sejumlah SPBU. Warga kesulitan mendapatkan BBM hingga harus menunggu sejak pagi hari.
Sejak banjir dan longsor menerjang sejumlah wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, antrean panjang terlihat di beberapa SPBU. Pengendara harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM, termasuk di SPBU Taman Bunga, Jalan Katamso, Sibolga.
Musda, salah seorang pengendara roda dua, mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar karena motornya hampir kehabisan minyak. “Minyak motorku habis, Bang. Aku mau ke Manduamas,” ujarnya saat mengantre pada Senin sore (1/12/2025). Ia mengatakan sudah menunggu sejak pagi, tetapi sampai sore BBM belum tersedia. Musda berharap pemerintah menyalurkan BBM melalui pertamini agar antrean tidak semakin panjang dan lalu lintas tetap lancar.

Antrean panjang di Sibolga sebenarnya sudah terjadi sejak 25 November. Kondisi ini mendorong pihak kepolisian dan TNI turun langsung mengatur kendaraan dan menjaga keamanan di tiga SPBU yang beroperasi di wilayah tersebut. Petugas bekerja sejak pagi hingga malam untuk memastikan distribusi BBM berlangsung tertib.
Selain BBM, warga juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dan bahan makanan. Banyak rumah yang belum menerima aliran listrik, sementara jaringan telekomunikasi di beberapa titik masih padam. Situasi ini membuat aktivitas masyarakat semakin terbatas.
Meski begitu, aparat bersama relawan dan pemerintah daerah terus berupaya memulihkan kondisi Antrean Panjang BBM. Warga berharap distribusi kebutuhan pokok, listrik, dan jaringan komunikasi dapat segera kembali normal agar kehidupan sehari-hari bisa berjalan seperti biasa.
