, ,

Karies Gigi pada Anak di Atas 90 Persen IDGAI Soroti Kebiasaan Ini

oleh -1493 Dilihat

Sibolga – Karies Gigi Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan yang sangat serius di Indonesia, khususnya pada anak-anak usia dini.

Berdasarkan data terbaru, prevalensi karies gigi pada anak di Indonesia mencapai lebih dari 90 persen — angka yang sangat memprihatinkan.

Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI) menyampaikan keprihatinannya terhadap tingginya kasus ini dan menyoroti beberapa kebiasaan yang dianggap sebagai penyebab utama.

Karies, atau gigi berlubang, terjadi akibat kerusakan pada jaringan keras gigi yang disebabkan oleh aktivitas bakteri di dalam mulut.

Bakteri ini menghasilkan asam dari sisa makanan yang menempel di gigi, terutama yang mengandung gula tinggi, sehingga merusak lapisan enamel gigi.

Menurut IDGAI, salah satu kebiasaan yang paling berisiko adalah pemberian makanan atau minuman manis secara terus-menerus kepada anak.

Gula dari susu, teh manis, permen, hingga cemilan ringan menjadi pemicu utama pertumbuhan bakteri penyebab karies.

Kebiasaan tidur sambil menyusu juga disebut sebagai faktor pemicu utama, terutama jika dilakukan

Hal ini membuat gigi terendam cairan manis dalam waktu lama, memudahkan bakteri untuk berkembang biak sepanjang malam.

Selain itu, rendahnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya menyikat gigi anak sejak dini juga menjadi sorotan utama IDGAI.

Padahal, gigi susu memiliki peran vital dalam perkembangan rahang, fungsi bicara, dan tentu saja sebagai fondasi gigi tetap nantinya.

Karies Gigi
Karies Gigi

 

Baca Juga : Kim Jong Un Puji Tentara Korut Bantu Invasi Ukraina: Prajurit Heroik

Penggunaan pasta gigi berfluoride juga penting, meskipun dalam jumlah kecil, untuk mencegah kerusakan gigi.

Selain perawatan di rumah, pemeriksaan ke dokter gigi secara rutin juga masih sangat rendah di kalangan anak-anak Indonesia.

Banyak orang tua baru membawa anak ke dokter gigi saat sudah mengalami keluhan atau rasa sakit, bukan untuk pencegahan.

Edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut seharusnya menjadi bagian dari program kesehatan anak secara menyeluruh.

Selain itu, institusi pendidikan seperti PAUD dan TK juga bisa mengambil peran dalam membiasakan perilaku sehat ini sejak dini.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.