Sibolga – Kriminalitas Hantui Di balik keindahan Sungai Musi dan megahnya Jembatan Ampera, dunia pariwisata Palembang tengah mendapat sorotan serius. Aksi kriminal yang menyasar wisatawan mulai menodai citra kota pempek ini. Merespons kondisi tersebut, Menteri Pariwisata (Menpar) mendorong penguatan sektor pariwisata berbasis “quality tourism” sebagai solusi jangka panjang.
Fakta di Lapangan: Wisatawan Jadi Target

Baca Juga : Rumah BUMN Telkom Merauke Jadi Wadah 1.500 UMKM Go Digital
Beberapa waktu terakhir, media lokal dan nasional ramai memberitakan kasus-kasus pencopetan, penipuan, hingga pemalakan yang menimpa wisatawan — baik lokal maupun mancanegara — di sejumlah titik wisata Palembang.
“Kami datang untuk lihat budaya dan sejarah, tapi malah dihantui rasa was-was,” ujar Ratna, wisatawan dari Jakarta yang mengaku nyaris kehilangan dompet di area Benteng Kuto Besak.
Kondisi ini tentu menjadi alarm serius bagi ekosistem pariwisata kota.
Menpar: Wisata Tak Cukup Indah, Harus Aman
Menteri Pariwisata angkat bicara soal maraknya kriminalitas yang mengganggu kenyamanan wisatawan.
“Industri pariwisata yang sehat tidak hanya dilihat dari banyaknya pengunjung, tapi juga dari kualitas pengalaman mereka. Aman, nyaman, dan berkesan — itu yang kita kejar,” tegasnya.
Menpar menekankan pentingnya shifting dari pariwisata massal ke quality tourism, yakni model pariwisata yang lebih berkelanjutan, beretika, dan memberikan pengalaman mendalam bagi wisatawan.
Apa Itu Quality Tourism?
Quality Tourism bukan tentang banyaknya turis, tapi bagaimana wisatawan yang datang benar-benar berkualitas secara pengalaman dan kontribusinya terhadap daerah. Mereka bukan sekadar datang, foto-foto, lalu pergi. Mereka:
-
Menghargai budaya lokal
-
Menginap lebih lama
-
Belanja di UMKM setempat
-
Lebih sadar lingkungan
-
Dan yang terpenting: merasa aman
Strategi yang Didukung Menpar
Untuk mendongkrak kualitas dan rasa aman wisatawan, beberapa strategi yang mulai diusulkan antara lain:
-
Penambahan Polisi Pariwisata di spot wisata strategis
-
Pemasangan CCTV dan pencahayaan lebih baik di area rawan
-
Sertifikasi guide & pelaku wisata lokal untuk pelayanan profesional
-
Penyuluhan bagi warga sekitar destinasi wisata tentang pentingnya reputasi keamanan
Palembang Punya Potensi, Tapi Perlu Dilindungi
Sebagai kota dengan sejarah panjang dan kekayaan budaya yang tak ternilai, Palembang sebenarnya memiliki semua modal untuk jadi destinasi unggulan. Namun, satu kejadian kriminal saja bisa menghapus 10 pengalaman baik yang dialami wisatawan.
“Ingat, satu ulasan negatif di media sosial bisa menyebar lebih cepat dari brosur pariwisata mana pun,” ujar seorang pelaku industri hotel lokal.
Penutup: Wisata Berkualitas Butuh Dukungan Semua Pihak
Menjaga pariwisata bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawannya sendiri.
Kita ingin wisatawan datang, betah, dan kembali — bukan kabur dengan cerita buruk.
📢 “Jangan biarkan satu tindak kriminal merusak nama baik sebuah kota.”
Palembang layak jadi destinasi unggulan, bukan jadi cerita horor di kolom komentar Google Maps. Saatnya kita semua berbenah demi wisata yang berkelas dan berkesan.






